Copyright © Ceriabet 2021.
All Rights Reserved.

Dejavu: Apa dan Bagaimana Bisa Terjadi

Dejavu adalah sebuah keadaan dimana anda merasa pernah mengalami sebuah kejadian dengan keadaan yang sama persis. Padahal apa yang sedang anda alami saat ini adalah pengalaman pertama anda. Beberapa orang cukup sering mengalaminya, terutama semasa kecil dulu. Umumnya peristiwa-peristiwa tersebut datang lewat mimpi.

Kejadian dejavu sering dialami oleh banyak orang dan biasanya berlangsung singkat, selama 10 sampai 30 detik. Fenomena ini terjadi secara acak, artinya tidak ada yang tahu siapa dan kapan fenomena déjà vu akan berlangsung. Jika ini terjadi pada Anda, Anda tidak perlu panik, karena menurut beberapa penelitian, dua sampai tiga orang yang pernah mengalami dejavu akan mengalaminya kembali.

Apa Sih Dejavu itu?

Dejavu berasal dari bahasa Perancis "deja vu" yang berarti "sudah pernah melihat". Émile Boirac, seorang filosofis dan ilmuwan asal Prancis yang pertama kali mencetuskan istilah ini pada tahun 1876. Sejak saat itu banyak filosofis dan ilmuwan lain yang mencoba mencari tahu dan menjelaskan mengapa dejavu bisa terjadi.

Penjelasan pasti terkait alasan terjadinya déjà vu sulit untuk dicari karena studi tentang dejavu sendiri tidak mudah untuk dilakukan. Menurut Sigmund Freud, terjadinya fenomena ini berhubungan dengan keinginan seseorang yang terpendam. Sedangkan Carl Jung mengatakan, déjà vu terjadi karena ada sesuatu yang memicu alam bawah sadar seseorang.

Di bawah ini ada beberapa teori yang mungkin bisa menjawab alasan dibalik terjadinya dejavu, yaitu:

  1. Pikiran Anda Teralihkan
  2. Ketika pikiran seseorang sedang terganggu dan tidak bisa berkonsentrasi, kemungkinan terjadinya déjà vu makin besar. Teori ini disebut split-perception, yaitu keadaan di mana kesadaran Anda akan terbagi.

    Contohnya, Anda sedang main handphone dan nama Anda dipanggil, otomatis kesadaran serta pikiran akan teralihkan. Hal ini membuat hipokampus jadi bingung dan bisa diterjemahkan sebagai fenomena dejavu. Tetapi, perasaan ini lama-lama akan hilang saat pikiran Anda sudah tidak terganggu

  3. Anda memang mengalaminya
  4. Fenomena ini tidak benar-benar terjadi. Apa maksudnya? Perasaan familiar tersebut bisa muncul karena Anda memang benar-benar mengalaminya sebelumnya. Hanya saja, Anda melupakannya.

    Sebuah penelitian yang terbitkan dalam Current Directions In Psychological Science tahun 2008 menemukan dejavu seringkali berhubungan dengan pengalaman masa lalu, dan Anda tidak mengingatnya.

    Menariknya lagi, temuan Anne M. C., dkk. tahun 2018 menunjukkan bahwa kemiripan penataan suatu tempat bisa memicu terjadinya déjà vu, meski lokasi tersebut sama sekali berbeda.

  5. Anda kurang tidur
  6. Kualitas tidur yang buruk bisa meningkatkan frekuensi terjadinya dejavu. Kurang tidur akan menyebabkan kelelahan dan stres, serta dipercaya memicu fenomena tersebut. Kelelahan ini mungkin membuat otak salah menerjemahkan informasi.

  7. Masalah pada memori
  8. Para ahli percaya bahwa dejavu adalah hasil dari fenomena memori, yakni ketika seseorang berada di situasi yang mirip dengan pengalaman sebelumnya tetapi ia tidak bisa mengingatnya. Jadi, sebenarnya otak mengenali kemiripan itu tetapi kita hanya merasa familiar karena tidak mengingatnya. Ada teori lain yang mengatakan déjà vu mungkin merupakan hasil dari respons otak terhadap konflik memori.

  9. Bisa jadi tanda epilepsi
  10. Dejavu bisa menjadi tanda-tanda masalah kesehatan. Fenomena ini sering ditemukan pada penderita epilepsi. Déjà vu yang terjadi pada penderita epilepsi disebabkan karena kejang di satu bagian otak (kejang fokal) dan memicu disorientasi.

Kenapa dejavu bisa terjadi?

Selain tidak memiliki gejala dan durasinya yang singkat, fenomena dejavu masih belum sepenuhnya dipahami secara ilmiah. Penjelasan pasti terkait alasan terjadinya fenomena ini juga sulit untuk dicari karena studinya sendiri tidak mudah dilakukan.

Kembali Ke Puting